Haiku adalah salah satu bentuk puisi tradsional Jepang yang paling penting. Ia merupakan sajak terikat yang memiliki 17 sukukata terbagi dalam tiga baris dengan tiap baris terdiri dari 5, 7, dan 5 sukukata. Sejak awalnya, sering muncul kebingungan antara istilah Haiku, Hokku dan Haikai (Haikai No renga). Hokku adalah sajak pembuka dari sebuah rangkaian sajak-sajak yang disebut Haikai no Renga. Hokku menentukan warna dan rasa dari keseluruhan rantai Haikai itu, sehingga menjadi penting, dan tak jarang seorang penyair hanya membuat hokku tanpa harus menulis rantai sajak lanjutannya.
Berikut contoh Puisi Haiku :
tanpa gradasi
langit abu tak pendar,
mentari diam
genangan air
daun kering berlayar,
petualangan
kan kaugapai
gapailah hingga dapat,
baling2 bambu
hujan yang pucat
gemirisik air tanah,
buat gelisah
haiku suka
imajinasi mimpi,
kantong ajaib
haiku guampang
kadang tak masuk akal,
planet saturnus
jangkrik berisik
bulan lembut cahaya,
sisa senyuman
tertanam dalam
tanah dan bising mesin,
musholla mungil
acuh mentari
dan jakarta-jakarta,
ku kan kembali
semerbak bulir
embun cahaya mata,
ujung sajadah
bonsai puisi
bait kata berasa,
coklat strawberry
bulan menggenang
disamping mendung malam,
cemburu hujan?
langit abu tak pendar,
mentari diam
daun kering berlayar,
petualangan
gapailah hingga dapat,
baling2 bambu
gemirisik air tanah,
buat gelisah
imajinasi mimpi,
kantong ajaib
kadang tak masuk akal,
planet saturnus
bulan lembut cahaya,
sisa senyuman
tanah dan bising mesin,
musholla mungil
dan jakarta-jakarta,
ku kan kembali
embun cahaya mata,
ujung sajadah
bait kata berasa,
coklat strawberry
disamping mendung malam,
cemburu hujan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar